Genjarnya Business Software Alliance dan Microsoft melakukan razia bersama polisi terhadap penggunaan software bajakan. Software bajakan disini adalah Software yang seharusnya dibangun dan dijual kepada masyarakat ternyata di di copy-paste oleh masyarakat dan diperjualbelikan oleh pihak ketiga dengan harga yang lebih murah daripada software yang dijual oleh perusahaan yang memproduksi-nya.
Dalam khazanah umat islam, ada perbedaan pendapat tentang software. Ada yang menganggap software adalah hasil ilmu pengetahuan, dan ilmu pengetahuan adalah milik Allah. Maka software tidak boleh diperjualbelikan. Namun ada yang menganggap bahwa software adalah hasil karya orang lain. Maka dia boleh diperjualbelikan sebagai pernghargaan pada hasil karya orang lain.
Saat ini, penggunaan software komputer di segala bidang sudah menjadi kepentingan primer. Tanpa komputer rasanya pekerjaan akan lama kelar dan menemui kesulitan yang berarti. Awalnya saya berpikir, sudahlah pakai saja software bajakan, yang penting urusan pekerjaan kelar lagian siapa sih orang yang mau jauh2 datang ke Indonesia untuk me razia satu per satu kompuert qta. Mana mungkin….
Microsoft pun merazia software mereka yang dibajak dengan sistem shock theraphy. Hanya sesaat dan pada area-area publik. Salah satunya yang menjadi korban adalah warnet. Ini simalakama, disatu sisi warnet banyak dipakai oleh publik untuk mengakses internet, tp disisi lain warnet adalah lembaga bisnis, tidak fair jika menggunakan produk orang lain secara bajakan untuk memperoleh keuntungan sebesar2nya.
Kembali ke umat Islam, penggunaan software ini pun melanda organisasi-organisasi ke Islamam di Indonesia. Bagi saya, software adalah produk manusia dan patut dihargai dan layak diperjualbelikan. Sama seperti buatan manusia lainnya seperi mobil, motor, dll. Namun mengingat nilai strategis suatu software yang dampak negatif-nya mengimbangi BBM, maka pemerintah harus mengambil langkah2 untuk memproduksi software murah kalo bisa gratis bagi seluruh warga negaranya…
Saat ini kalangan komunitas IT sudah ada yang memproduksi software murah/gratis yang serig kita kenal dengan Open Source. Dengan terobosan ini maka tidak ada kendala lagi untuk menyediakan software murah atau malah gratis. Namun satu kendala bahwa software ini penggunaannya belum massal seperti software2 yang berbasis Windows dan microsoft. Sehingga masyarakat belum terbiasa akan software ini.